Minggu, 31 Oktober 2010

Sambutan Sumpah Pemuda 28 Oktober

Pidato !

Saudara-saudara beserta hadirin yang terhormat,
Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Esa, atas berkah dan rahmatNya kepada kita sekalian, sehingga di pagi yang cerah ini kita masih diperkenankan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang setiap tahun selalu kita peringati bersama seluruh rakyat Indonesia dimanapun juga kita berada.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Dari tahun ke tahun kita selalu memperingati Hari Sumpah Pemuda. Namun apalah artinya sebuah peringatan jika tidak tahu arti dan makan dari peringatan tersebut. Sesuai dengan ikrar atau sumpahyang mereka nyatakan bersama saat itu, tumbuhlah kesadaran dari pemuda-pemuda kala itu untuk mengikat diri dalam persatuan dan kesatuan bangsa, bahasa dan tanah air yaitu INDONESIA. Kenapa mereka mau mengukatkan diri dalam satu wadah yakni Indonesia. Jawabannya karena mereka yang dirinya Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, atau Jong-jong yang lainnya yang merasa senasib dan sepenanggungan dibawah penindasan dan penjajahan Kolonial. Tujuan pemuda kita satu, yaitu Merdeka, bebas dari penindasan dan penjajahan, bebas menentukan nasib dan masanya sendiri.
Lalu pada tanggal 28 Oktober para pemuda dari pemuda daerah berkumpul mengadakan kongres pemuda untuk menyatakan sikap dan menentukan perjuangan untuk mencapai satu tujuan. Disitulah mereka menyatakan sumpahnya untuk berbangsa satu, berbahasa satu dan bertanah air satu yaitu Indonesia. Saat itu pulalah lagu kebangsaan Indonesia raya untuk pertama kalinya diperdengarkan dan dibawakan langsung oleh penciptanya pemuda Wr. Supratman.
Saudara-saudara sekalian yang terhormat,
Sesuatu dengan tema kita pada Hari Sumpah Pemuda ini dimana pemuda adalah tulang punggung pembangunan bangsa dan negara, maka sudah selayaklah pada peringatan Sumpah Pemuda kali ini kita tingkatkan persatuan dan kesatuan demi keutuhan bangsa dan negara. Kita tingkatkan pula perjuangan mengisi kemerdakaan dengan pembangunan segala bidang, sehingga dengan demikian tidak sia-sia amanat dari para pahlawan kita yang cinta pada kemerdekaan.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, marilah kita bersama-sama menyatakan kebulatan tekad, sehingga tidak memberikan peluang kepada pihak manapun untuk mengacaukan jalannya pembangunan di negara ini. Juga tidak memberi peluang sedikitpun kepada para pemalas yang hanya suka berpangku tangan, sehingga demikian tujuan negara menuju masyarakat yang adil dan makmur serta merasa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bisa segera terwujud.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, dengan bertanah air satu tanah air Indonesia, dengan berbangsa satu bangsa bangsa Indonesia, dan bengan berbahasa satu bahasa Indonesia kita dalam persatuan dan kesatuan bangsa dan negara dalam menghadapi segala tantangan dan usaha-usaha pihak lain, baik dari dalam maupun dari luar yang ingin memecah belah Negara Persatuan Republik Indonesia tercinta ini. Percayalaj bahwa kita adalah bangsa yang besar. Bangsa yang kuat yamng mampu menyelesaikan semua tantangan. Karena hanya dengan percaya dirilah kita bisa menjadi bangsa yang besar. Tunjukanlah pada dunia bahwa bangsa Indonesia mampu mengurus dirinya sendiri.
Selamat berjuang wahai Pemida Indonesia, peeratlah rasa persatuan dan kesatuan di antara kalian, bangunlah jiwa ini dengan rasa nasionalisme dan mentalitas bangsa yang tinggi dalam menghadapi setiap tantangan yang dihadapinya, niscaya cita-cita bangsa akan segera tercapai. Merdeka.....!!!!!!!!!
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Senin, 18 Oktober 2010

Pesan Dalam Saputangan

Cerpen!

Hari ini Raksa puLang kampus sendirian. Yudha, sahabatnya yang biasa puLang bersamanya, hari iyu sakit. Ia tidak masuk sekoLah. Raksa menyusuri jaLanan menuju kerumahnya. di sebuah warung makan di pinggir jaLan, Raksa meihat sebuah mobiL. Walaupun kaca mobL itu tertutup, Raksa bisa meLihat seorang anak perempuan di daLamnya. Anak itu duduk sendirian di kursi beLakang. Ia tampak geLisah, bahkan menangis.
Anak perempuan itu LaLu tampak menutup wajahnya dengan sapu tangan. Secara tak sadar, Raksa terus memperhatikan anak itu. Anak itu juga memperhatikan Raksa. Akan tetapi, tiba-tiba muncuL dua LeLaki dewasa dari warung makan. Sepertinya mereka baru seLsesai makan. Dua LeLaki dewasa itu masuk ke mobiL itu. Yang satu menyetir, yang satunya Lagi duduk di beLakang, di sebeLah anak itu.
Raksa baru sadar, ternyata ada seheLai saputangan tergeLetak di jaLan. Di sekitar tempat mobiL tadi parkir. Saputangan itu berwarna kuning dengan motif bunga. Tampak ada bordir nama Rhara. Pasti saputangan ini miLik anak tadi, gumam Raksa di daLam hati.
" Kalau bertemu anak perempuan itu Lagi, bakaL gw kembaLikan," pikir raksa.
Keesokan harinya, di kampus, Raksa mendengar kabar tentang pencuLikan. raksa langsung teringat pada anak yang kemarin ia Lihat. Ia semakin yakin kaLau yang dicuLik adaLah anak itu, seteLah ia meLihat foto seLebaran di papan pengumuman. Wajah anak di foto itu, sama persis dengan yang diLihat Raksa. Nama anak itu Rhara. Sama seperti bordiran di saputangan yang ditemukan Raksa.
" Duh, sayang gw Lupa mencatat nomor mobiL itu," sesaL Raksa.
" MobiL siapa, ka? " tanya Yudha penasaran.
Raksa segera menceritakan pengaLamannya kemarin.
" Oya, gw menemukan sesuatu di tempat kejadian itu! " kata Raksa Lagi.
SepuLang dari kampus Raksa mengajak Yudha ke rumahnya. Ia mengeLuarkan saputangan miLik Rhara. " Ini dia yang gw temuin tadi. "
Yudha mengamati saputangan itu. Ia LaLu mengendusnya.
" Kok, bau kunyit, ya? Sepertinya seteLah makan, ia mengusap muLutnya dengan saputangan ini. "
Raksa LaLu berpikir beberapa saat, adakah petunjuk yang berhubungan dengan kunyit. SeteLah berpikir beberapa saat, Raksa masuk kamar mandi. Dibasuhnya saputangan itu dengan air sabun. Tiba-tiba muncuL deretan huruf berwarna merah membentuk tuLisan "SEMUT E11".
" Semut? " gumam Raksa dan Yudha bingung.
Beberapa saat kemudian, Yudha berkata, " Kalau tidak saLah, Semut itu adaLah kompLeks yang ada di dekat keLurahan. Semesta Mutiara, sering disingkat jadi Semut. "
" Benar juga. Ayo, kita kesana sekarang! " ajak Raksa.
Setibanya di kompLeks Semesta Mutiara, mereka Langsung mencari rumah di BLok E nomor 11. Mereka meLihat sebuah mobiL diparkir di rumah itu.
" Itu mobiL yang gw Lihat kemarini! " Seru Raksa.
Raksa dan Yudha mendekati rumah itu dan mengintip dari pagar besi. Mereka meLihat seorang Laki-Laki keLuar dari daLam rumah.
" Itu Laki-Laki yang gw Lihat kemarin, " Bisik Raksa.
" Sepertinya Rhara disekap di situ, " bisik Yudha yakin.
" Sebaiknya gw teLpon om gw duLu. Om Gito, kan , poLisi, " saran Yudha. Raksa setuju.
SeteLah di teLpon Yudha, Om Gito bergerak cepat. Ia memimpin poLisi Lainnya untuk mengepung rumah itu. Tak berapa Lama, para pencuLik itu berhasiL diringkus.
PoLisi LaLu membebaskan Rhara yang disekap di gudang. Ketika bertemu Raksa, dia Langsung mengenaLi Raksa. Ketakutan di wajah Rhara, berangsur hiLang.
" Loe baca pesan gw, ya? " tanyanya.
Raksa mengangguk.
" Memangnya pesan apa? " tanya Om Gito bingung.
" Waktu disekap di dapur, aku menuLis aLamt rumah pencuLik ini dengan kunyit di sapu tanganku, " cerita Rhara.
" Sapu tanganku berwarna kuning. Jadi tuLisan itu tidak akan terLihat kecuaLi..."
" Kalau di beri air sabun, " sambung Raksa.
" Iya, benar. Noda kuning kunyit akan berubah jadi warna merah jika diberi senyawa basa. Dan sabun termasuk basa. Pintar kaLian, " Puji Om Gito.
" Kalau mau tahu Lebih jeLas tentang basa, baca di buku kimia, " tambah Rhara, ketika meLihat wajah Yudha yang agak bingung.
Rhara akhirnya kembaLi ke orangtuanya. Orangtuanya sangat berterima kasih kepada Raksa dan Yudha. Betapa bangga hati Raksa dan Yudha.

Kamis, 07 Oktober 2010

Pemrograman Berorientasi Objek

^^^^^^^^^^^^^^^
Rahma Nia Harini
11108563
3 ka 16
^^^^^^^^^^^^^^^^^


TUGAS!!!

1. Sebutkan komponen2 yang terdapat dalam Java Development Kit?
Jawab :
  • Compiler(javac)
  • Interpreter(java)
  • Applet viewer(appletviewer)
  • Debugger(jdb)
  • Java class library(jcl)
  • Header dan stub generator(javah)
  • Java documentation(javadoc)
  • Source Code Java API
2. Apa yang dimaksud dengan token dan identifier?
Jawab :
Token merupakan elemen terkecil di program yang mempunyai arti bagi kompilator. Kompilator bertugas membaca karakter-karakter di kode sumber dan menerapkan aturan-aturan secara progresif menjadi potongan lebih besar seperti identifier, ekspresi, kalimat, dan kelas. Token Java dibagi 5, yaitu:

1. Identifier
2. Keyword
3. Literal
4. Operator
5. Separator

Identifier adalah token yang merepresentasikan nama. Dalam Java, identifier adalah nama yang diberikan untuk variable, class, atau method. Identifier boleh dimulai dengan huruf, underscore (_) atau tanda dollar ($). Identifier adalah case sensitive (membedakan huruf besar/ kecil) dan tidak ada batas maksimum.

3. Sebutkan kegunaan dari operator, separator, keyword break, dan keyword continue?
Jawab :
Operator melakukan komputasi terhadap satu/dua objek data. Operan yang
dioperasikan dapat berupa literal, variabel, atau nilai yang dikirim method.
Separator adalah menginformasikan ke compiler java mengenai adanya kelompok kode program.
Keyword break yaitu untuk keluar dari kendali percabangan switch, dan untuk keluar dari kendali perulangan.
Keyword continue adalah untuk lompat ke perulangan berikutnya. Baris-baris program setelah keyword continue dalam blok perulangan saat itu berarti diabaikan.

4. Buatlah program yang menampilkan tulisan : "Belajar java memang mudah jika dilakukan dengan tekun"!
Jawab :
public class Main {

public static void main(String[] args) {
System.out.println("Belajar java memang mudah jika dilakukan dengan tekun");
}}

5. Buatlah contoh program lain yang menggunakan keyword break dan keyword continue ?
Jawab :

keyword break
public class ContohBreak {

public static void main(String args[]) {

int i = 0;

do {

i++;

System.out.println(i);

if (i==6) break; //untuk keluar dari kendali percabangan switch/ untuk keluar dari kendali perulangan
} while (i <= 8);

}

}

keyword continue
public class contohContinue {

public static void main(String args[]) {

int i=0;

do {

i++;

if (i==3) continue; //untuk segera lompat ke perulangan berikutnya. Pernyataan-pernyataan setelah keyword continue dalam blok perulangan saat itu berarti diabaikan

System.out.println(”iterasi ke : “+i);

if (i==4) break;

} while(i <= 8);

}

}

Fungsi Bahasa

Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol social.

  • Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri

Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri, si pemakai bahasa tidak perlu mempertimbangkan atau memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya, pembacanya, atau khalayak sasarannya. Ia menggunakan bahasa hanya untuk kepentingannya pribadi.

  • Bahasa sebagai Alat Komunikasi

Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.

  • Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial

Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.

  • Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial

Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.

Ragam dan Laras Bahasa

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.

1.1 Ragam Bahasa

Di dalam bahasa Indonesia disamping dikenal kosa kata baku Indonesia dikenal pula kosa kata bahasa Indonesia ragam baku, yang alih-alih disebut sebagai kosa kata baku bahasa Indonesia baku. Kosa kata baasa Indonesia ragam baku atau kosa kata bahasa Indonesia baku adalah kosa kata baku bahasa Indonesia, yang memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku, yang dijadikan tolok ukur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi di dalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu digunakan di dalam ragam baku bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun demikian, tidak tertutup kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam pemakian ragam-ragam yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan.

Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi anutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Dalam pada itu perlu yang perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan (Fishman ed., 1968; Spradley, 1980).

Menurut Felicia (2001 : 8), ragam bahasa dibagi berdasarkan :

1. Media pengantarnya atau sarananya, yang terdiri atas :

a. Ragam lisan.

b. Ragam tulis.


Contoh perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata) :

1. Tata Bahasa

(Bentuk kata, Tata Bahasa, Struktur Kalimat, Kosa Kata)

a. Ragam bahasa lisan :

- Nia sedang baca surat kabar

- Ari mau nulis surat

- Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu.

- Mereka tinggal di Menteng.

- Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

- Saya akan tanyakan soal itu

.

b. Ragam bahasa Tulis :

- Nia sedangmembaca surat kabar

- Ari mau menulis surat

- Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.

- Mereka bertempat tinggal di Menteng

- Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

- Akan saya tanyakan soal itu.

2. Kosa kata

Contoh ragam lisan dan tulis berdasarkan kosa kata :

a. Ragam Lisan

- Ariani bilang kalau kita harus belajar

- Kita harus bikin karya tulis

- Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak

b. Ragam Tulis

- Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar

- Kita harus membuat karya tulis.

- Rasanya masih terlalu muda bagi saya, Pak.

Contoh perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata) :

1. Tata Bahasa

(Bentuk kata, Tata Bahasa, Struktur Kalimat, Kosa Kata)

a. Ragam bahasa lisan :

- Nia sedang baca surat kabar

- Ari mau nulis surat

- Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu.

- Mereka tinggal di Menteng.

- Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

- Saya akan tanyakan soal itu

.

b. Ragam bahasa Tulis :

- Nia sedangmembaca surat kabar

- Ari mau menulis surat

- Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.

- Mereka bertempat tinggal di Menteng

- Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

- Akan saya tanyakan soal itu.

2. Kosa kata

Contoh ragam lisan dan tulis berdasarkan kosa kata :

a. Ragam Lisan

- Ariani bilang kalau kita harus belajar

- Kita harus bikin karya tulis

- Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak

b. Ragam Tulis

- Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar

- Kita harus membuat karya tulis.

- Rasanya masih terlalu muda bagi saya, Pak.

1.2 Laras Bahasa

Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya. Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya. Dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah, laras ilmiah populer, laras feature, laras komik, laras sastra, yang masih dapat dibagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya.

Setiap laras memiliki cirinya sendiri dan memiliki gaya tersendiri. Setiap laras dapat disampaikan secara lisan atau tulis dan dalam bentuk standar, semi standar, atau nonstandar. Laras bahasa yang akan kita bahas dalam kesempatan ini adalah laras ilmiah.